Jumat, 08 Maret 2013

JUKNIS PASANGGIRI 2013



PASINGIRI BASA,SATRA DAN SENI SUNDA TINGKAT SD DIGELAR DI MALL

Pasanggiri Basa, Sastra dan Seni Sunda Kota Bandung 2013 akan dilaksanakan pada tanggal

 27 – 28  Maret 2013di Metro Indah Mall(MIM) di kawasan Jl.Sukarno Hata Bandung.

Tempat ini sengaja dipilih, guna memenuhi keinginan masyarakat agar pasanggiri dapat dilaksanakan di ruang publik, sehingga berbagai pihak yang berkepentingan dapat mengaksesnya.
 
Semoga Tanah Sunda tetap jaya dan lestari, sebagaimana kata Kang Ajip Rosidi dalam sajak berikut:
Hejo pagunungan
Paul lautan
Hejo
Paul
Langit na hate kuring

Masing di mana kuring nangtung
Masing ka mana kuring leumpang
Tanah lembok tempat bumetah
Angin nyeot nyiuman tarang

Masing di mana anjeun nunjuk
Masing iraha anjeun cumeluk
Kuring mo mumpang kuring rek datang
Neueulkeun tarang neueulkeun jantung

Kuring tungtung teuteupan
Kuring Tungtung
Teuteupan
Tungtung bedil
Ngincer dada

Kuring geus nyaksian getih ngabayabah
Getih maranehna nu mikacinta anjeun
Kuring geus nyaksian panon carelong tanggah
Jasad nu ruksak ngalungsar na dada anjeun

Hejo pagunungan paul lautan
Taya kamarasan ngan katugenahan
Hejo pagunungan paul lautan
Taya katengtreman ngan ancaman

Ngan lantaran kuring cinta
Ngan lantaran kuring tresna
Langit hibar lembur musnah
Jalan lecek ngabulungbung ka kota

Kembang beureum buah biru
Kembang wera kembang jayanti
Tanah tempat kuring sideku
Ngurugan mun  kuring tepi ka pati



(Tanah Sunda,Ajip Rosidi)

PEDOMAN  PELAKSANAAN
 PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI
TINGKAT SEKOLAH DASAR
KOTA BANDUNG TAHUN 2013

A.     LATAR BELAKANG
Pembelajaran bahasa sastra dan kesenian daerah diharapkan agar siswa memperoleh pengalaman berapresiasi. Sastra dan kesenian daerah memiliki peranan penting dalam pendidikan, yaitu sebagai penghalus budi pekerti, peningkatan kepekaan,rasa kemanusiaan, dan kepedulian sosial, serta penyaluran gagasan dan imajinasi secara kreatif dapat tercapai dan tersalurkan.
Bahasa, sastra dan kesenian daerah dalam dunia pendidikan sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa untuk mengasah logika dan retorika berpikir. Hanya saja, dalam kebanyakan kasus, kemampuan sastra dan kesenian daerah ini belum sepenuhnya disadari masyarakat. Melalui pembelajaran bahasa, sastra dan kesenian daerah diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai kecakapan menyikapi perubahan masa kini dan masa yang akan datang.
Di dalam sastra dan kesenian daerah terkandung pengalaman manusia, yang meliputi pengalaman pengindraan, perasaan hati, khayal, dan perenungan, yang secara terpadu diwujudkan dalam penggunaan bahasa, baik secara lisan maupun tulis. Melalui sastra dan kesenian daerah murid diajak untuk memahami, menikmati, dan menghayati karya sastra daerah.
Pada hakekatnya bahasa, sastra dan kesenian daerah adalah merupakan manifestasi kehidupan jiwa bangsa yang berbudaya, dan sangat tinggi nilainya. Belajar sastra dan kesenian daerah di samping untui meningkatkan kemampuan murid mengapresiasi sastra dan kesenian daerah, juga belajar menghargai nilai-nilai kemanusiaan serta nilai-nilai kehidupan. Karena itu karya sastra dan kesenian daerah perlu digali dan digarap untuk diresapi dan dinikmati isinya.
Di samping memberikan khasanah sejarah ilmu pengetahuan beraneka macam ragamnya, karya sastra dan kesenian daerah juga memberikan rasa kepuasan rohani dan kecintaan kepada kebudayaan sendiri, yang selanjutnya akan merupakan alat yang ampuh untuk membendung arus masuknya pengaruh kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian dan kepentingan pembangunan bangsa Indonesia.
Penghayatan hasil karya sastra dan kesenian daerah akan memberi keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern di satu pihak. Kedua hal tersebut sampai sekarang masih dirasakan belum dapat saling mengisi, padahal keseimbangan atau keselarasan antara kedua masalah tersebut besar sekali peranannya bagi pembangunan sumber daya manusia. Melalui sastra dan kesenian daerah juga diperoleh nilai-nilai, tata hidup, dan sarana kebudayaan sebagai sarana komunikasi masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Sebagai wujud aplikasi dari hasil pembelajaran di sekolah, maka Dinas Pendidikan Kota Bandung menganggap perlu untuk mengadakan suatu pertunjukkan dalam bentuk perlombaan  (pasanggiri) hasil pembelajaran bahasa, sastra dan kesenian daerah untuk tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.

B.     LANDASAN HUKUM
1.      Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.      Undang-Undag RI No. 32 Tahun 2004 tentag pemerintahan Daerah;
3.      Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa barat No. 5 tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, sastra, dan Aksara Daerah;
4.      Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa barat No. 6 tahun 2003 tentang Pemeliharaan Kesenian Daerah;
5.      Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Berita Daerah Tahun 2009 Nomor 104 Seri D);
6.      Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 75 Tahun 2009 tentang Pedoman Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dan Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) (Berita Daerah Tahun 2009 Nomor 148 Seri E);
7.      Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 113 tahun 2009 tentang Organisasi dan Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Berita Daerah Tahun 2009 Nomor 186 Seri D);
8.      Misi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tentang Pengembangan Manusia yang Beriman dan bertaqwa, mandiri dan bermartabat serta menjunjung nilai-nilai luhur budaya masyarakat Jawa Barat ( Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer) dan berwawasan kebangsaan;
9.      Program Balai Pengembangan Bahasa Daerah dan Kesenian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013.
10.    Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) – Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tahun Anggaran 2013.
11.    Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Kesenian Daerah.
12.    Surat Dinas Pendidikan Kota Bandung Nomor 93/II/Pendas/2013 perihal Penyelenggaraan Festival/ Lomba, dan Olimpiade Sekolah Dasar.
13.    Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan Kota Bandung pada tanggal 6 Februari 2013.


C.     MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud
Meningkatkan mutu pembelajaran bahasa dan sastra maupun kegiatan pembinaan kesenian daerah sebagai salah satu penunjang pelestraian nilai-nilai luhur budaya di lingkungan pendidikan formal (persekolahan).
Tujuan
1.      Meningkatakan pengetahuan dan keterampilan siswa di Sekolah Dasar, melalui kegiatan pasanggiri dan Apresiasi Bahasa, Sastra dan Seni Daerah.
2.      Membina sikap para siswa dan warga belajar dalam kecintaan terhadap seni daerah yang mengandung nilai-nilai luhur (kepribadian).
3.      Mengembangkan dan memasyarakatkan model pembelajaran seniu daerah sebagai upaya memotivasi belajar siswa dalam pembinaan mental dan spiritual dan pembinaan karakter.
4.      Melaksanakan Kurikulum Bahasa Daerah yang berkaitan dengan seni sastra yang tumbuh berkembang di Jawa Barat.
5.      Meningkatkan upaya pemeliharaan kesenian daerah yang menjadi modal pembinaan sikap generasi muda di persekolahan dan sebagai kebanggaan masyarakat kota Bandung
D.     SASARAN KEGIATAN
Sasaran kegiatan lomba adalah hasil kejuaraan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan masing-masing dengan kategori peserta sebagai berikut:
E.     JUDUL
“PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH”
F.      PESERTA
1.      Persyaratan Peserta
a.       Peserta adalah siswa SD Kota Bandung yang masih duduk di kelas 4 atau kelas 5 (Tahun Ajaran 2012/2013)
b.      Peserta adalah juara I pada lomba tingkat Kecamatan
c.       Belum pernah menjadi juara 1 Pasanggiri dan Apresiasi Bahasa,  Sastra, dan Seni Daerah pada jenis lomba yang sama.
d.      Mengisi formulir identitas sesuai dengan mata lomba yang akan diikuti dengan melampirkan :
Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 1 (satu) lembar
Semua persyaratan administrasi peserta dari Kecamatan untuk masing-masing lomba dimasukkan dalam map berwarna merah.
e.       Pendaftaran peserta selambat-lambatnya 3 hari sebelum pelaksanaan perlombaan (pasanggiri) dilaksanakan, dikirim ke Bu Kuting, S.Pd Seksi TENTIS Dinas
Pendidikan Kota Bandung Jalan. A. Yani 239 pukul 08.00 sampai pukul 14.00.

2.      JENIS LOMBA DAN JUMLAH PESERTA

No
Jenis Lomba
Jumlah Peserta
Putra
Putri
Jumlah
1
Pupuh
1
1
2
2
Puisi
1
1
2
3
Ngadongeng
1
1
2
4
Pidato/Biantara
1
1
2
5
Maca Nulis Aksara Sunda
1
1
2
J   u   m   l   a   h
10
G.    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Pasanggiri dan Apresiasi Bahasa, Sastra, dan Seni Daerah Siswa SD akan dilaksanakan pada tanggal  27 – 28  Maret 2013  bertempat di Metro Indah Mall ( MIM ), Jalan Sukarno Hatta dan SDN Blok I Kota Bandung.
H.    PANITIA DAN JURI LOMBA
1)      Panitia pelaksanaan Lomba PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH Tingkat Kota Bandung tahun 2013 terdiri dari unsur Dinas Pendidikan. Dewan Juri (Girang Pangajen) Lomba PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH terdiri dari tenaga profesional / ahli serta praktisi pendidikan di Sekolah Dasar (Guru, Kepala Sekolah, Staf Dinas Pendidikan, Penilik dan Pengawas TK/SD)
I.       TEKNIKAL MEETING
Teknikal Meeting dilaksanakan pada hari:  Senin tanggal 25 Maret 2013 pukul 10.00  bertempat di Metro Indah Mall (MIM) Jl. Sukarno Hatta  Bandung, diwakili oleh satu orang pendamping tiap kecamatan sekaligus mengambil nomor undian. Setiap nomor undian berlaku bagi semua jenis mata lomba.
J.      TEKNIK PELAKSANAAN LOMBA
1)      Pelaksanaan lomba tingkat Kota Bandung tidak melalui babak penyisihan tetapi langsung babak final.
2)      Dewan Juri hanya memilih Pemenang I, II, III, dan Harapan I, II, III pada tiap-tiap jenis/ mata lomba.
K.    MATERI LOMBA
1.      Pasanggiri Pupuh
Pada dasarnya setiap peserta harus menguasai materi pupuh wajib dan pupuh pilihan. Setiap peserta, diwajibkan membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan.
Sumber materi lagu-lagu yang dilombakan baik lagu wajib maupun lagu pilihan adalah Pupuh dari penyanyi Ibu Hj. Ida Rosidah /Mang Koko.
 Materi Lagu Pupuh Putri
1.  Maskumambang + Sekartandak (Wajib)
2.  Sinom (Pilihan)
3.  Wirangrong (Pilihan)
Materi Lagu Pupuh Putra
1.      Mijil + Sekartandak (Wajib)
2.      Maskumambang (Pilihan)
3.      Pucung (Pilihan)
·            Teknis Penyajian
Setiap peserta diwajibkan  membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan dari materi pupuh yang telah ditentukan untuk masing-masing kategori / tingkatan yang telah ditentukan oleh panitia. Adapun penyajiannya adalah sebagai berikut:
1)   Peserta diwajibkan membawakan lagu wajib sesuai dengan komposisi lagu secara utuh.
2)   Peserta diwajibkan membawakan salah satu lagu pilihan.
3)   Panitia tidak menyediakan pengiring/pamirig lagu, baik untuk membawakan lagu wajib ataupun lagu pilihan.
2.      Pasanggiri Puisi Bahasa Sunda.
Setiap peserta membawakan salahsatu puisi yang telah disediakan panitia (terlampir)
3.      Pasanggiri  Ngadongeng.
Setiap peserta diwajibkan membawakan dongeng yang berisikan tentang Legenda atau Cerita Rakyat di daerah masing-masing (Jawa Barat)  yang naskahnya sudah diserahkan kepada panitia pada saat pendaftaran. Setiap peserta menampilkan dongeng dalam durasi waktu 7 (tujuh) menit.
4.      Pasanggiri Pidato (Biantara)
Peserta diwajibkan berpidato berisikan tentang perkembangan kebudayaan daerah sunda
(Kota Bandung) yang naskahnya sudah diserahkan kepada panitia pada saat pendaftaran. Setiap peserta menampilkan dalam durasi 7 (tujuh) menit.
5.      Pasanggiri Maca Jeung Nulis Aksara Sunda.
Peserta diwajibkan menyalin dari Aksara Latin ke Aksara Sunda dan membaca materi bacaan pada saat lomba berlangsung.
L.     Aspek kemampuan dasar peserta:  yang dinilai pada saat lomba adalah sebagai berikut:
a.      Pupuh
Sistem penilaian merujuk pada beberapa aspek antara lain:
1)      Suara
2)      Teknik
3)      Penampilan
b.      Puisi
 Sistem penilaian merujuk pada beberapa aspek antara lain:
1)      Penguasaan materi puisi meliputi: lentong, tinggi rendahnya suara
2)      Penguasaan penampilan meliputi: penjiwaan isi , ekspresi dan kreasi.
c).  Ngadongeng
Sistem penilaian merujuk pada beberapa aspek antara lain:
1). Penguasaan materi ngadongeng  meliputi: lentong, tinggi rendahnya suara
2). Penguasaan penampilan meliputi: penjiwaan isi , ekspresi dan kreasi.
d). Pidato ( Biantara)
Sistem penilaian merujuk pada beberapa aspek antara lain:
1). Penguasaan materi puisi meliputi: lentong, tinggi rendahnya suara
2). Penguasaan penampilan meliputi: penjiwaan isi , ekspresi dan kreasi.
    e). Maca Jeung Nulis Aksara Sunda
Sistem penilaian merujuk pada beberapa aspek antara lain:
1)   Aspek bahasa meliputi: diksi, pilihan kecap, ejaan, dan tanda baca, struktur kata dalam kalimat.
2)   Aspek materi meliputi: keterkaitan isi dengan tema topik, kesesuaian isi dengan latar belakang jenjang pendidikan siswa.
M.   Kostum
Pada dasarnya kostum yang dikenakan bebas, sopan, dan rapih artinya setiap peserta diberi kebebasan dalam mengenakan kostum baik yang tradisional maupun modern.
Format penilaian (kriteria dan bobot penilaian) masing- masing lomba terlampir.
Apabila ada perubahan teknis akan disampaikan pada saat pertemuan teknis.













PENUTUP

Panduan  Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pasanggiri dan Apresiasi Bahasa, Sastra, dan Seni Daerah Sekolah Dasar tahun 2013, dimaksudkan sebagai bahan /pedoman bagi Panitia/Dewan Juri/Pelatih/Pembimbing yang terkait dalam penyelanggaraan lomba/pasanggiri ini, baik di tingkat Sekolah, Gugus, Kecamatan, maupun tingkat Kota. Keberhasilan pelaksanaan lomba ini tentu tidak terlepas dari peran serta semua pihak dengan harapan dapat meningkatkan motivasi dan kreatifitas peserta didik Sekolah Dasar melalui kegiatan pelaksanaan Pasanggiri dan Apresiasi Bahasa, Sastra, dan Seni Daerah Sekolah Dasar tahun 2013, sesuai minat dan bakat serta kemampuan yang mereka miliki.
                                               


                                                                                                                                     Bandung,     Maret 2013

                                                                                                                          Kepala Seksi PTPK Bidang PTKSD




                                                                                                                             Dra. Hj. Yetti Herawati, Sm.Hk
                                                                                                                                NIP. 195908081986032010
                                                                         

















TANAH SUNDA
Karya Ajip Rosidi

Hejo pagunungan
Paul lautan
Hejo
Paul
Langit na hate kuring

Masing di mana kuring nangtung
Masing ka mana kuring leumpang
Tanah lembok tempat bumetah
Angin nyeot nyiuman tarang

Masing di mana anjeun nunjuk
Masing iraha anjeun cumeluk
Kuring mo mumpang kuring rek datang
Neueulkeun tarang neueulkeun jantung

Kuring tungtung teuteupan
Kuring Tungtung
Teuteupan
Tungtung bedil
Ngincer dada

Kuring geus nyaksian getih ngabayabah
Getih maranehna nu mikacinta anjeun
Kuring geus nyaksian panon carelong tanggah
Jasad nu ruksak ngalungsar na dada anjeun

Hejo pagunungan paul lautan
Taya kamarasan ngan katugenahan
Hejo pagunungan paul lautan
Taya katengtreman ngan ancaman

Ngan lantaran kuring cinta
Ngan lantaran kuring tresna
Langit hibar lembur musnah
Jalan lecek ngabulungbung ka kota

Kembang beureum buah biru
Kembang wera kembang jayanti
Tanah tempat kuring sideku
Ngurugan mun  kuring tepi ka pati








LAGU  PUJA  LEMAH  CAI
Karya Odji Setiadji AR

lemah cai dewi nu numpi na ati
rumbaykeun katingtrim kana dada
pamayang nu mulang tengah janari
guyurkeun subur ka unggal hate
patani nu mulang na layung sore

lemah cai dewi nu ngaraja na ati
ranggeumkeun unggal rema timpuh
ka gunung-gunung subur kulawu
pereketkeun rekep keukeup ka
sawah sampalan huma ngemploh hejo

lemah cai mata holang sagala
unggal pajar anyar ngalahirkeun
jabang pahlawan
unggal poe weuteuh nitiskeun
sihung suhada bangsa perkasa

wahangan meulit
meulitkeun asih jati dina ati
ombak peuray meupeus
muyarkeun akar sewu angkeuhan

lemah cai panutan masket na hate
disinglar
dipaliaskeun
rek surud kanyaaah kaheman

getih nu nyakclak tumbal meredih bela
rek ditagih
rek dibalitungkeun
pasini jangji lalaki



















LEMAH CAI

Karya Ayatrohaedi

Upama sakali mangsa kuring mulang
Taya katengtreman anu mapag ngagalentor
Tapi karisi kagimir tumuwuh na unggal dada
Ti barang gubrag ka dunya

Upama sakali mangsa kuring leumpang
Lain cipanon anu nganteur paturay-tineung
Tapi kagumbiraan na dada da leungit musuh
Ti barang gubrag ka dunya

Upama sakali mangsa kuring mulang
Taya kagandrungan anu mapag ngagupayan
Tapi curiga na diri nu hilang kapercayaan
Ti barang gubrag ka dunya

Upama sakali mangsa kuring leumpang
Lain kakasih jeung indung-bapa jajap ka pawetasan
Tapi raga pangarahan ngabarkeun pedang ancaman
Taun hareup rebut pati

Upama sakali mangsa kuring leumpang
Upama sakali mangsa kuring mulang
Lain gandrung jeung cipanon nu narima
Tapi raga nu hilang kapercayaan
Ti barang gubrag ka dunya

Ti barang gubrag ka dunya
Ngan salempang jeung kahariwang
Nu ngukuntit ti pandeuri
Najan ka mana lumampah
Dina mulang pon waktu leumpang
Ka sesela lemah cai



















FORMAT PENILAIAN
PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH
JENIS LOMBA: PUPUH RAEHAN / TEMBANG
TINGKAT KOTA BANDUNG
No. Pamilon                 :   ..........................................................................
Utusan Kecamatan   :   ...........................................................................
Lagu Wajib                 :   ..........................................................................
Lagu Pilihan                :..........................................................................

ASPEK PENILAIAN
SKOR 50 - 90
BOBOT
JUMLAH
A.     Penguasaan Materi Lagu
1.       Melodi Lagu
2.       Lirik Lagu
3.       Irama Lagu



B.     Penguasaan Penampilan
1.       Penjiwaan Isi
2.       Ekspresi
3.       Kreasi



Jumlah




Catetan  :
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

                                                                                                                                          Bandung,     Maret 2013
                                                                                                                                                Girang Pangajen





-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

FORMAT PENILAIAN
PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH
JENIS LOMBA: PUISI/SAJAK
TINGKAT KOTA BANDUNG
No. Pamilon                :   ..........................................................................
Utusan Kecamatan   :   ...........................................................................
Judul                             :   ..........................................................................


ASPEK PENILAIAN
SKOR 50 - 90
BOBOT
JUMLAH
Lapal ( Kejelasan artikulasi )
Intonasi
 Suara ( dinamika)

X 4

4.       Penghayatan isi

X 3

Penampilan/ Ekspresi

X 3

 Jumlah




Catetan  :
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

                                                                                                                                          Bandung,     Maret 2013
                                                                                                                                                Girang Pangajen
                                                                         

FORMAT PENILAIAN
PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH
JENIS LOMBA: NGADONGENG
TINGKAT KOTA BANDUNG
No. Pamilon                :   ..........................................................................
Utusan Kecamatan   :   ...........................................................................
Judul                             :   ..........................................................................

ASPEK PENILAIAN
SKOR 50 - 90
BOBOT
JUMLAH
A.      1. Lapal / intonasi / lentong
2. Struktur Bahasa

X 3

B.     - Penguasaan Penampilan
Kesesuaian isi dengan daerah asal sekolah peserta

X 4

C.     Penampilan/ Ekspresi/ penampilan umum

X 3

 Jumlah




Catetan  :
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
                                                                                                                                          Bandung,     Maret 2013
                                                                                                                                                Girang Pangajen




-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

FORMAT PENILAIAN
PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH
JENIS LOMBA: BIANTARA/ PIDATO
TINGKAT KOTA BANDUNG
No. Pamilon                 :   ..........................................................................
Utusan Kecamatan   :   ...........................................................................
Judul                             :   ..........................................................................

ASPEK PENILAIAN
SKOR 50 - 90
BOBOT
JUMLAH
A. Bahasa
1.  Lapal
2.  Intonasi / lentong
3.  Struktur Bahasa
4.  Pilihan Kata

X 5

B. Gagasan Isi
1.     Hubungan topik dengan isi.
2.     Kesesuaian isi dengan jenjang pendidikan peserta  sekolah peserta.
3.     Logika Nalar

X 3

C.     Tagog
1. Ekspresi
2. Penampilan umum

X 3

 Jumlah




Catetan  :
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
                                                                                                                                          Bandung,     Maret 2013
                                                                                                                                                Girang Pangajen
FORMAT PENILAIAN
PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH

JENIS LOMBA: NULIS JEUNG MACA AKSARA SUNDA
TINGKAT KOTA BANDUNG

No. Pamilon                 :   ..........................................................................
Utusan Kecamatan   :   ...........................................................................
                                      
ASPEK PENILAIAN
SKOR 50 - 90
BOBOT
JUMLAH
A. Estetika
Keindahan Aksara


X 5

B. Akurasi I
Ketepatan tranliterasi dari aksara latin ka aksara sunda

X 5

Akurasi II
Kepepatan membaca naskah aksara sunda (sesuai naskah aksara) latin

X 5

 Jumlah




Catetan  :
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

                                                                                                                                          Bandung,     Maret 2013
                                                                                                                                                Girang Pangajen



                                                                                                                                         
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------                                          
FORMAT PENILAIAN
PASANGGIRI DAN APRESIASI BAHASA, SASTRA, DAN SENI DAERAH

JENIS LOMBA: NULIS JEUNG MACA AKSARA SUNDA
TINGKAT KOTA BANDUNG
No. Pamilon                 :   ..........................................................................
Utusan Kecamatan   :   ...........................................................................
                                      
ASPEK PENILAIAN
SKOR 50 - 90
BOBOT
JUMLAH
A. Estetika
Keindahan Aksara


X 5

B. Akurasi I
Ketepatan tranliterasi dari aksara latin ka aksara sunda

X 5

Akurasi II
Kepepatan membaca naskah aksara sunda (sesuai naskah aksara) latin

X 5

 Jumlah




Catetan  :
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

                                                                                                                                          Bandung,    Maret 2013
                                                                                                                                                Girang Pangajen

Tidak ada komentar: